Cara Budidaya Ternak Ikan Lele Di Kolam Terpal (Beserta Harga Bibit)

umpanikan.xyz - Pangsa pasar ikan lele di Indonesia, praktis lebih menjanjikan jika dibandingan jenis ikan konsumsi lain. Tentunya hal ini cukup berasalan, karena jika dilihat dari segi pemasaran ikan lele lebih gampang dan laris. Jika semisal dibandingan dengan ikan konsumsi lain seperti ikan tuna dan salmon, ikan lele bisa dibilang lebih merakyat dan gampang laku jika dijual. Untuk itu, para para pembudidaya ikan lele dumbo dan lokal sendiri terbilang cukup banyak di Indonesia. Disamping karena faktor pemasaran lebih gampang, cara ternak lele di kolam terpal juga cukup mudah dan gampang. Terlebih lagi lele merupakan ikan tangguh dan cepat dipanen.

Harga bibit ikan lele dumbo dan lokal juga lebih murah. Untuk harga bibit lele dumbo yang sudah berukuran panjang 6-7 cm rata-rata berkisar Rp. 200. Sementara itu, untuk harga bibit lele lokal (kecil) dengan ukuran panjang tubuh 10-12 cm, berkisar Rp. 250. Jika semisal bicara mengenai cara budidaya lele, tentu harga yang lebih terjangkau dan murah jika dibandingkan dengan jenis ikan konsumsi lain. Terlebih lagi untuk membuka usaha berternak lele tidak memerlukan budget yang banyak. Cukup bermodalkan terpal, pakan dan air bersih sudah lebih dari cukup.
cara ternak lele
© cara ternak lele (tokomesin.com)
Fenomena budidaya lele di kolam terpal, mungkin sedikit menarik untuk dibahas. Dimana untuk memelihara atau berternak lele di kolam terpal memang mempunyai manfaat serta kelebihan tertentu. Disamping lebih murah dan tidak perlu repot-repot lagi menggali lahan, ternak menggunakan kolam terpal juga bisa meminimalisi berbagai kerugian. Disamping membuat pertumbuhan ikan lele tampak lebih seragam, penggunaan kolam terpal juga bisa menghindarkan dari berbagai predator pemangsa atau hama seperti ular dan sebagainya. Selain itu, setiap pengusaha juga bisa meyesuaikan keadaan dan volume air yang mana bisa mengganti air setiap saat dan menambah volume air sesuai usia bibit lele.

Cara Berternak Atau Budidaya Ikan Lele Di Kolam Terpal

1. Tahap Konstruksi Kolam Terpal

Tahap pertama yang perlu didahulukan ialah merancang kolam terpal. Pastikan terpal yang akan digunakan sudah sangat steril, bersih dari zat-zat kimia yang menempel di terpal. Setelah bersih, rancang bentuk kolam sedemikian rupa dan isi dengan air bersih dengan ketinggian air mencapai 20 cm. Setelah terisi air, taburkan daun singkong biarkan selama seminggu sampai air dan terpal mengandung lumut dan fito plankton serta lebih bewarna hijau.

Perhatian: Volume air atau ketinggian air 20 cm di kolam tersebut harus ditambah dengan air bersih, setidaknya sampai ketinggian 80 cm setelah bibit sudah agak tumbuh dewasa. Tujuannya ialah untuk mengatur atau mencegah bau yang disebabkan oleh penguapan air kolam. Disamping faktor bau dan kebersihan, air yang sudah diatur kondisi kebersihan dan volumenya juga bisa membuat bibit cepat besar, karena tidak gampang terkena serangan penyakit.

2. Tahap Penebaran Benih Ikan Lele

Setelah itu siapkan benih ikan lele dumbo (sangkuriang)  berukuran  sekitar 1 inci. Jika semisal kolam terpal yang digunakan berukuran 2m x 1m x 1m, maka jumlah benih yang bisa ditaburkan sebanyak 1000 bibit. Jika kolam terpal yang digunakan berukuran lebih besar, maka jumlah benih sebaiknya juga diakumulasikan sesuai dengan ketentuan yang tertera di atas. Baik itu dari segi jumlah bibit, ketinggian air yang harus diganti atau ditambah.

Perhatian: bibit ikan lele dumbo yang baru dibeli sebaiknya jangan langsung dimasukan ke dalam kolam. Alangkah lebih baik memasukkannya terlebih dulu ke dalam ember atau bak besar berisi air agar bisa beradaptasi terlebih dulu. Perendaman setidaknya bisa dilakukan selama 30 menit, setelah itu bibit-biti bisa langsung dimakkan ke dalam kolam. Supaya mendapatkan kondisi air yang lebih stabil, sebaiknya penebaran dilakukan pada waktu pagi atau malam hari.

3. Tahap Penyortiran

Tahap penyortiran juga menjadi bagian wajib yang tidak boleh dilewatkan. Jika bibit lele yang ditebar sudah memasuki hari ke 20, sebaiknya lele disortir dengan bak berukuran 9-12 cm. Alasan tahap penyortiran sendiri tentunya sangat berasalan, mengingat tidak mungkin semua bibit lele pertumbuhannya sama. Dimana bibit yang tubuh lebih cepat merupakan paling dominan dan gesit ketika di taburi pakan. Oleh sebab itu, setidaknya buat  sebanyak 2 kolam dengan ukuran yang sama sebelum memutuskan budidaya lele.

4. Pengaturan Kualitas Air Kolam

Sudah pasti volume air kolam pada terpal akan semakin berkurang, karena penguapan ketikan terus-menerus terkena sinar matahari. Oleh sebab itu, volume air perlu ditambah dalam kurun waktu yang bertahap. Pada bulan setidaknya ketinggian air kolam harus 20 cm, bulan kedua 40 cm dan 80 cm (bulan ketiga)  sampai panen. Hanya saja dengan catatan, selalu kondisikan air kolam selalu bewarna hijau dengan selalu menaburkan daun talas, enceng gondok atau kangkung, karena lele tidak menyukai air yang jernih. Terlebih lagi air yang hijau dan agak sedikit keruh, memang sangat baik bagi pertumbuhan lele.

5. Pemberian Pakan

Pemebrian pakan sebaikanya dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari, mulai dari pukul 07.00, 17.00 dan 22.00. Pakan yang diberikan sebaiknya berjenis sentrat ikan dengan kandungan protein minimal 35%, lemak 10 hingga 16% dan karbohindrat 15-25%. Pakan sebaiknay diberikan secukupnya, karena pakan yang tersisa yang mengendap di dalam kolam terpal juga bisa mengakibatkan penyakit pada lele.

6. Pengendalian Hama dan Meminimalir Kerugian

Banyak faktor yang mempengaruhi ternak lele yang gagal panen. Disamping karena kulitas air dan pakan yang diberikan. Kerugian juga bisa disebabkan oleh hama atau ancaman predator yang selalu mengintai seperti berang-berang, burung pemangsa, kucing, ular dan sebagainya. Oleh sebab itu, akan lebih baik kolam yang dibuat juga diberi penghalang supaya binatang lain tidak bisa masuk. Jika semisal terkena penyakit seperti jamuran yang notabenya memang sangat rawan, sudah cukup banyak berbagai obat-obatan untuk mengatasinya yang dijual banyak di toko-toko ikan.

Sekirannya itulah beberapa tahap atau cara bertani lele yang bisa disimak. Anda bisa langsung mengaplikasikannya di rumah atau lahan yang Anda miliki. Tidak perlu membutuhkan biaya yang banyak, hanya bermodalkan kehatia-hatian dan cara perawatan yang baik, Anda sudah bisa suskses berternak bibit lele. Cukup sekian dan semoga bisa bermanfaat.