Macam Jenis Ikan Lele Budidaya Beserta Gambar

umpanikan.xyz - Lele termasuk ikan konsumsi air tawar ynag bisa dibilang paling merakyat. Sudah cukup banyak masyarakat yang membudidayakan lele sebagai mata pencaharian. Disamping harga bibit lele lebih terjangkau, untuk beternak lele memang terbilang lebih mudah dan gampang. Lele merupakan jenis ikan predator yang cukup tangguh, sehingga ia tidak gampang terkena serangan penyakit. Pakan pada saat memeliharanya sendiri juga tidak begitu mahal. Selain dengan pakan pelet ikan, lele yang diternak juga sangat doyan berbagai dedaunan hijau untuk dimakan seperti daun talas dan daun ketela. Entah itu jenis lele lokal, sangkuriang, dumbo maupun phyton seluruhnya sudah menjadi andalan masyarakat sebagai ladang penghasilan.

Mungkin sudah sebagaimana ciri morfologis sebagai ikan predator. Lele sendiri termasuk predator air tawar yang tangguh. Lele bahkan bisa bertahan hidup pada perairan yang cukup ekstream. Bahkan ikan lele bisa bertahan di dalam kubangan air yang notabenya hanya mempunyai kadar oksigen rendah. Tentunya kemampuan ini hanya dimiliki oleh jenis ikan lele yang mana lele memang mempunyai organ labirin yang berfungsi menyimpan oksigen, sehingga ia tidak gampang mati ketikan hidup pada perairan dengan kadar oksigen rendah.

Ikan lele merupakan jenis ikan predator nocturnal yang aktif bergerak pada malam hari. Ikan lele hanya hidup dalam perairan payau (tawar). Pada perairan bebas, lele menyukai perairan yang sedikit tergenang seperti rawa-rawa yang agak sedikit rapat. Pada saat di dalam air, biasanya akan membuat sarang dengan cara melubangi tanah dalam air. Selain digunakan untuk tempat tinggal, lubang tersebut sekaligus juga digunakan untuk mengintai mangsa yang lewat. Mangsanya sendiri bukan hanya berupa binatang kecil seperti udang, katak dan cacing. Dimana jenis ikan lele termasuk hewan kanibal yang juga memangsa berbagai jenis ikan kecil.

Ikan lele berkembang biak dengan cara bertelur. Telurnya sendiri dibuahi secara eksternal oleh si jantan. Berdasarkan catatatn klasifikasi, ikan lele biasanya akan melakukan masa reproduksi besar-besaran pada saat memasuki awal musim penghujan. Tentunya fenomena morfologis lele ini sangat beralasan mengingat musim hujan memang bisa menambah kualitas air di perairannya lebih bagus. Disamping kandungan oksigennya bertambah, volume air yang bertambah seiring terkena hujan tersebut otomatis juga bisa merangsang bau tanah. Tanah yang awalnya tidak tergenang air akan tergenang, sehingga tanh ayang tergenag tersebut akn menimbulkan bau yang sangat disukai lele untuk berkembangbiak.

Di Indonesia sendiri ikan lele dikategorikan menjadi 2 sub-spesies, yakni Clarias Batrachus dan Clarias Gariepinus. Entah karena rekayasa genetik atau hasil pembuahan secara alami, jenis ikan lele dari kedua spesies tersebut melahirkan beberapa jenis lele dengan ukuran dan warna tubuh yang berbeda-beda. Berikut macam jenis lele lengkap dengan deskripsi dan gambar yang bisa disimak.

1. Ikan Lele Lokal
jenis lele lokal
© jenis lele lokal (forum.o-fish.com @Alden Praptono)

Ikan lele lokal praktis juga terdapat dalam beberapa sub-spesies (ras) yang diantaranya meliputi, lele hitam, belang putih dan merah. Mungkin jika bicara masalah budidaya, jenis lele lokal yang bewarna hitam lebih banyak diandalkan oleh masyarakat. Dimana pangsa pasar ikan lele hitam lebih dianggap menjanjikan. Berbeda dengan lele yang bewarna belang putih dan merah yang kebanyakan hanya difungskan sebagai ikan hias, bukan ikan konsumsi. Namun seluruhnya juga mempunyai senjata layaknya sudah menjadi ciri khusus dari lele lokal. Semua jenis tersebut juga mempunyai senjata patil yang terletak pada siripnya. Sirip yang mengandung racun (patil lele) tersebut memang digunakan untuk melumpuhkan mangsa dan juga cukup berbahaya jika melukai manusia. Gejala yang bisa ditimbulkan akibat patil lele sendiri seperti demam dan sebagainya.

2. Ikan Lele Dumbo
jenis lele dumbo
© jenis lele dumbo (forum.maxmanroe.com @Kangbas)

Ikan lele dumbo pertama kali dilahirkan dari hasil perkawinan silang antara lele asal Taiwan yang bernama latin Clarias Fuscus dengan lele asal dataran Afrika (Clarias Mosambicus). Untuk bisa mengenali atau memebdakannya dengan jenis lele lain bisa dilihat dari ukuran dan warna tubuhnya. Warna tubuh lele dumbo cenderung bewarna hitam kehijauan. Meskipun ukuran tubuhnya lebih besar daripada jenis ikan lele lain, namun ikan lele dumbo bisa dibilang lebih mudah stress saat dikejutkan. Dan stressnya ini sendiri bisa menimbulkan penyakit kulit seperti bercak-bercak putih. Namun ia tidak mempunyai racun (patil) dan tidak mempunyai kebiasaan menggali lubang. Oleh sebab itu, jenis yang satu ini lebih cocok dipelihara atau dibudidayakan di kolam tanah. Disamping itu, jenis ini juga lebih tangguh tidak gampang terkena serangan penyakit dan ukuran tubuhnya bisa cepat besar.

3. Ikan Lele Sangkuriang
jenis lele sangkuriang
© jenis lele sangkuriang (nasa88.wordpress.com)

Jenis yang satu ini pertama kali dilahirkan dari hasil perkawinan silang antara lele dumbo generasi kedua dengan lele dumbo jantan keturunan ke 6. Bisa dikatakan ia bukan termasuk jenis alami yang sudah ada jaman dulu, melainkan spesies yang dilahirkan dari rekayasa genetik yang dilakukan oleh badan BBPAT. Embel-embel nama sangkurian sendiri sebenarnya diambil dari cerita rakyat Jawa Barat tentang cerita dongeng pemuda Sangkuriang yang menikahi ubunya sendiri. Sesuai dengan nama yang diberikan jenis lele yang satu ini memang dilahirkan dari lele jantan dengan induknya sendiri. Sama halnya dengan jenis lele yang lain, lele sangkuriang juga pantas dijadikan hewan ternak karena kualitas dagingnya juga tidak kalah enak dan empuk. Terlebih lagi ikan lele sangkuriag bahkan bisa melahirkan telur sampai 40000 - 60000 sekali melahirkan.

4. Ikan Lele Phyton
jenis lele phyton
© jenis lele phyton (mayangmangurai.wordpress.com)

Jenis lele yang satu ini pertama kali dilahirkan di daerah kabupaten Pnadeglang, Banten pada tahun 2004. Jenis ini dilahir dari hasil perkawinan silang antara lele asal Thailand dengan lele lokal. Sesuai dengan embel-embel nama yang diberikan, jenis lele yang satu ini mempunyai ciri fisik yang memang hampir menyerupai ular phyton. Gerakkanya lincah dan cukup tangguh terhadap serangan penyakit. Dari segi cita rasa juga tak kalah enak hampir mendekati kualitas lele lokal. Hanya saja, pamor lele yang satu ini belum diketahui banyak oleh para peternak ikan yang mana penyebaran benihnya belum secara menyeluruh ke pulau Jawa dan berbagai pulau lain.