Umpan Ikan Nila Liar dan Kolam Terbaru 2017

umpanikan.xyz - Spesies yang bernama ilmiah (latin) Oreochromis niloticus ini termasuk ikan konsumsi air tawar yang dari dulu sudah cukup diandalkan para masyarakat Indonesia untuk dijadikan ladang ekonomi. Cukup banyak berbagai petani ikan membuat berbagai kolam dan tambak ikan nila. Selain bisa dijadikan ikan ternak yang cukup menjanjikan, ikan nila juga cukup jempolan untuk bahan hiburan bagi masyarakat yang hobi memancing di waktu senggang. Layaknya jenis ikan konsumsi lain seperti gurame, lele, bawal, mas, gabus dan sebagainya, nila juga termasuk jenis ikan yang cukup bersensasi dalam melakukan perlawanan ketika terkait kail pancing. Entah itu pada saat di kolam lomba galatama, tambak, sungai, bendungan, laut lepas, ikan nila terhitung tak kalah seru. Terlebih lagi jika resep racikan umpan nila yang digunakan para pemancing tepat, maka jenis ikan nila hitam ataupun merah yang berukuran besar (dumbo) sudah pasti tertarik.

Umpan nila berbeda dengan ikan konsumsi lain yang mana tidak ribet dan terhitung irit. Lebih tepatnya semua tergantung kepercayaan dan kebiasaan setiap pemancing. Dimana setiap pemancing mempunyai karakter yang berbeda ketika memancing nila. Meskipun pakan atau umpan yang digunakan bermacam-macam, ada waktu tertentu ikan nila malas makan. Terlebih lagi saat ia sudah kenyang, maka ikan nila akan semakin sulit didapatkan. Salah satunya karena faktor kibiasaan hidup atau tingkah laku jenis ikan nila itu sendiri. Berdasarkan pengalaman beberapa penghobi yang sudah sangat berpengalaman, ikan nila liar hidupnya selalu bergerombol, baik itu pada saat berenang ketepian maupun pada saat berenang di kedalaman. Ikan nila yang mau makan cirinya selalu berenang di pinggiran. Jika memancing di pinggiran (kedalaman dangkal) tidak berhasil, hampir bisa dipastikan semua ikan nila sudah sembunyi di kedalaman secara bergerombol (tidak mau makan).
umpan nila
© umpan nila (biolib.cz - @MartinChytry)
Memancing ikan nila mungkin akan lebih mudah ketika musim penghujan. Layaknya jenis binatang air tawar, ketika hujan kandungan oksigen di dalam air kian meningkat, alhasil ikan air tawar yang diantaranya ikan nila mudah sekali lapar. Disamping mudah lapar, ikan nila juga mempunyai kebiasaan selalu berenang ketepian mengikuti volume air yang semakin bertambah. Oleh sebab itu, memancing di bawah guyuran air hujan deras akan semakin gampang bagi para penghobi. Memancing nila akan lebih mudah, mengingat kondisinya pada saat hujan sudah pasti lapar, sehingga ia mau berenang ketepian. Meskipun umpan nila yang digunakan biasa-biasa saja, tidak menggunakan resep racikan khusus ataupun esen umpan, sudah pasti nila tanpa berpikir panjang untuk menyambar kail pancing yang sudah dilempar.

Berbeda dengan ikan nila kolam lomba ataupun kolam harian. Ikan nila kolam lebih sulit ketimbang ikan nila liar yang hidupnya berada di perairan lepas. Dimana rata-rata kondisinya sudah kenyang dan cukup sulit mendapatkannya. Terlebih lagi jika pakan umpan nila racikan yang dipakai biasa-biasa saja, maka nila dumbo yang ada di kolam akan semakin malas menyambar kail. Oleh sebab itu dibutuhkan beberapa umpan khusus untuk bisa lebih menggodanya. Berikut beberapa jenis umpan ikan nila terjitu dan terampuh, baik itu untuk nila liar maupun nila kolam yang bisa disimak.

1. Umpan Lumut

Makanan pokok ikan nila adalah lumut, entah itu untuk nila kolam maupun nila liar. Nila sebenarnya lebih menyukai jenis pakan ini sebagai makanan utamanya. Namun tidak semua jenis lumut disukainya, terlebih lagi jika tekstur lumut sudah lembek. Layaknya ikan mujair, nila akan lebih tertarik dengan lumut dengan tekstur yang lebih kasar dan warnanya lebih hijau. Lumut lebih tepat digunakan sebagai umpan nila yang berukuran besar. Dimana karakteristik makan ikan nila yang berukuran besar bertipikal langsung menyedot umpan, sehingga kail yang sudah terbalut lumut lebih gampang terkait di mulut nila dumbo.

2. Umpan Cacing Merah

Berbeda lagi dengan jenis umpan nila yang satu ini. Dimana waktu penggunaannya tidak bisa disamakan. Memakai umpan cacing merah sebaiknya pada saat di bawah guyuran air hujan dan kondisi airnya agak sedikit keruh. Jika hari-hari biasa (cerah) menggunakan jenis umpan yang satu ini kuranglah tepat, mengingat makanan utama nila sendiri hanya berupa lumut. Hanya saja mengingat kondisi nila pada saat hujan yang kerap kelaparan, maka umpan yang satu ini cukup tepat digunakan. Bahkan menurut pengalaman pribadi dan pengalaman beberapa teman penghobi lain, cacing lebih bisa menggoda ikan nila daripada lumut saat sama-sama memancing di bawah guyuran air hujan.

3. Umpan Kroto dan Laron

Laron dan kroto merupakan menu umpan nila yang juga patut dicoba. Jika semisal jenis umpan lainnya belum berhasil menggugah nafsu makan nila, maka laron juga merupakan pakan sampingan yang notabenya cukup disukai nila. Mungkin sifatnya hampir mirip dengan umpan cacing yang mana waktu yang lebih tepat menggunakanya pada saat musim hujan. Ukuran tubuh laron maupun kroto yang tidak terlalu besar bisa gampang dilahap oleh ikan nila, alhasil nila berhasil terkait di kail pancing yang sudah terpasang.

4. Umpan Racikan

Ikan nila memang ikan yang gampang-gampang susah untuk ditaklukkan. Ada waktu tertentu dimana ia malas makan dan malas berenang ke pinggiran perairan. Disamping faktor cuaca, nila yang nafsu makannya berkurang karena umpan yang digunakan sendiri tidak terlalu membuatnya tertarik. Entah itu pada saat memancing siang hari ataupun malam hari, sebaiknya setiap penghobi mencoba membuat racikan pakan sendiri dengan kombinasi bahan-bahan tertentu. Misalnya pelet ikan setengah gelas, 1 kuning telur, 2 sendok teh madu dan 2 tetes ramuan esen umpan ikan. Campurkan berbagai bahan tersebut menjadi satu lalu dikukus sampai matang.