Cara Budidaya Ikan Gurame Lengkap

umpanikan.xyz - Pangsa pasar ikan gurame di Tanah Air sudah tidak perlu diragukan lagi. Dimana ikan yang berukuran dumbo tersebut terbilang cukup berpotensi untuk dibudidayakan. Dagingnya yang tebal dan enak, merupakan alasan utama mengapa ikan dari genus Osphronemus disukai oleh masyarakat. Gurame juga sudah banyak dijadikan olahan makanan terfavorit di berbagai restoran dan hotel. Meskipun harga per kilo atau per bijinya terbilang tidak murah, namun nyatanya ikan gurame masih tetap laris di pasaran.
cara budidaya ikan gurame
© cara budidaya ikan gurame (adearisandi.wordpress.com)
Untuk berternak ikan gurame sendiri terbilang cukup sulit. Namun tetap ada beberapa cara yang paling tepat agar ternak gurame tetap berjalan lancar, sehingga ikan mampu tumbuh lebih cepat. Budidaya ikan gurame di kolam permanen ataupun terpal terbilang sama saja. Semua tergantung kebutuhan atau budget masyarakat. Poin terpentingnya ialah bagaimana merawatnya dengan tepat agar ikan gurame bisa tetap sehat dan bisa dipanen lebih cepat. Berikut beberapa cara budidaya ikan gurame di kolam tanah, beton atau terpal yang bisa langsung disimak.

Lokasi Pembuatan Kolam Gurame

Tahap pertama yang nantinya sangat menentukan sukses atau tidaknya berternak ikan gurame ialah menentukan lokasi kolam. Akan lebih baik membuat kolam di tempat yang lapang dan terus terpapar sinar matahari. Di Habiatat aslinya ikan gurame hanya ditemukan di daerah dataran rendah, jadi hal ini juga harus disesuaikan. Jadi ikan gurame memang tidak cocok dibudidayakan di daerah dataran tinggi, sebab ikan gurame hanya mampu berkembang biak secara baik di ketinggian 800 m (dpl).

Pembuatan Kolam

Untuk memulai bisnis ternak ikan gurame setiap masyarakat sedikitnya harus membuat 5 jenis kolam. Diantaranya:
  • Kolam penyimpanan induk: Kolam ini sendiri harus dibuat untuk mempersiapkan kematangan telur dan kesehatan sang induk. Kolam bisa dibuat dengan ukuran 10 meter persegi dengan kedalaman 50 cm. Perbandingan atau kepadatan induk ialah 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
  • Kolam pemijahan: Buat kolam yang luasnya 200 / 300 meter. Kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi. Selain itu, syarat lain untuk hal ini ialah suhu air harus berkisar 24-28 derajat dengan  kedalaman air 75-100 cm. Dasar kolam sebaiknya diberi pasir atau bisa menggunakanranting-ranting pohon sebagai sarana penempel telur.
  • Kolam Pendederan: Ukuran kolam yang bisa dibuat ialah 50 - 100 meter dan kedalaman sekitar 30 - 50 cm. Lama pemeliharaan di kolam pendederan sendiri sekitar 3 - 4 minggu pada saat benih ikan berukuran 3 - 5 cm.
  • Kolam Pembesaran: Setelah dari kolam pendederan, masyarakat juga juga diharuskan membuat kolam pembesaran. Untuk ukuran sendiri tergantung lahan dengan catatan perbandingan tebar ikan sendiri sebanyak 10 ekor / meter persegi.
  • Kolam : Bisa langsung dibuat kolam dengan ukuran 10 x 10 meter. Selain itu buat pematang dengan bagaian atasnya berukuran lebar 0,5 meter dan bagain bawah 1 meter serta tingginya 1 meter. Sembari meratakan dasar kola, buatlah saluran pintu masuk dan keluar air. Setelah itu tabur 2 karung pupuk kandang dan biarkan selama satu minggu sampai pupuk hancur dan merasap ke tanah hingga membentuk lumut. Setelah itu bisa langsung diisi air dengan ketinggian 0,75 - 1 meter.

Pemeliharaan Induk

Berbagai induk yang terpilih 20 - 30 ekor pada kolam seluas 10 m2 bisa langsung disimpan pada kolam penyimpanan induk. Selama dalam kolam tersebut sang induk dengan berat rata-rata 2 - 3 kg bisa langsung diberi makanan dedaunan sebanyak 1-3 kg setiap sore hari.

Pembenihan

Kolam sebaiknya dikeringkan dahulu paling lama 5 hari. Beri pupuk kandang secukupnya dan biarkan selama 3 hari. Tanami dasar kolam dengan tanaman ganggang buntut anjing. Setelah itu isi air yang sudah dicampur dengan pupuk TSP sebanyak 500 gram/100 meter persegi, biarkan selama 1 minggu kemudian isikan air hingga kedalaman 75 - 100 cm. Untuk kolam yang berukuran 100 meter persegi dapat disebar induk sebanyak 10 ekor jantan dan 30 ekor betina. 1- 2 har sang betina akan melepaskan telur-telurnya kemudihan akan langsung dibuahi oleh sang jantan sampai telur menetas.

Pemeliharaan Bibit

Untuk benih-benih yang sudah berumur 1 - 2 bulan semenjak menetas bisa langsung dipindahkan pada kolam pendederan. Benih yang dapat ditebar di kolam di kolam pendederan sebanyak 30 ekor / meter persegi. Benih sebaiknya juga diberi pakan rayap atau dedaunan dengan kadar dosis 20 - 30 % dari berat badan rata-rata. Lama pendederan sendiri bisa berlangsung selama 1- 2 bulan.

Panen

Pemanenan benih sudah dapat dilakukan setelah umur benih sudah mencapai 1 bulan. Caranya yakni bisa langsung menyurutkan air kolam sedikit demi sedikit. Gunakan jaring lembut untuk memluai menangkapnya. Begitupun cara untuk memanen ikan besar (umur sudah sekitar 2 -3 tahun).