Mengenal Jenis Ikan Mujair

umpanikan.xyz - Jika dilihat sekilas, ikan mujair memang amat sulit dibedakan dengan ikan nila. Lihat saja, hampir seluruh bagian pada tubuhnya memang hampir tidak berbeda. Hanya saja ikan mujair sendiri tetap mempunyai perbedaan yang lebih spesifik. Mungkin dari segi warna hampir sama, namun ikan yang pertama kali ditemukan oleh Bapak Mujair pada tahun 1939 di pantai Blitar tersebut mempunyai perbedaaan dari segi lingkungan dan kebiasaan hidup. Dimana ikan tersebut lebih mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perairan kadar gula dalam air. Hanya saja pertumbuhannya memang tidak sesubur jenis ikan nila yang mana ikan yang bernama latin Oreochromis mossambicus tersebut hanya dapat tumbuh maksimal dengan kisaran panjang mencapai 40 cm.

Ikan mujair sendiri termasuk salah satu jenis ikan konsumsi terfavorit di tanah air. Selain cita rasa daging ikan mujair yang dikenal gurih dan renyah, untuk membudidayakan ikan mujair sendiri juga terbilang mudah. Ikan mujair termasuk ikan yang tangguh dan sanggup hidup di perairan manapun. Entah itu di sungai, danau, bendungan dan sebagainya. Bahkan ikan mujair sanggup bertahan hidup pada lingkungan perairan dengan kadar pH asam. Selain bewarna hitam, ikan mujair yang ada sendiri juga terdapat dalam berbagai varian warna 2 diantaranya ialah mujair merah dan mujair albino.
ikan mujair
© gambar ikan mujair (id.wikipedia.org)
Ikan mujair sendiri juga sangat disukai oleh para petani ikan. Selain perawatannya tidak terlalu sulit, untuk memasarkan ikan mujair sendiri juga terlampau mudah. Bahkan jika dibandingkan dengan ikan konsumsi lain, ikan mujair terhitung lebih laris di pasaran. Selain harga per kilonya lebih murah, ikan mujair juga dinilai lebih bergizi dan enak diolah.

1. Pembudidayaan Atau Pemeliharaan Mujair

Setiap orang pastinya akan lebih tertarik untuk membudidayakan ikan mujair. Selain lebih menjanjikan dari segi ekonomi, menjaga populasi ikan mujair baik di alam liar maupun sebagai ikan peliharaan juga terhitung lebih mudah. Selain masyarakat biasanya, para pemerintah tentunya juga ikut serta akan hal ini yang mana tidak hanya mencakup ikan di kolam, tambak, akuarium, sawah tetapi juga mencakup kegiatan komoditi di danau, waduh maupun laut.

Berdasarkan catatan beberapa ahli, ikan mujair budidaya sendiri cenderung lebih mudah berkembang biak daripada ikan mujair yang hidup di alam liar. Untuk memenuhi hasil budidaya ikan mujair yang tetap maksimal, para masyarakat juga harus tetap disiplin memberikan pakan dan gizi yang sudag terjadwal. Selain itu, kondisi kolam sendiri juga harus tetap diperhatikan dan tetap meminimalisir segala ancaman atau hama dari luar.

Ikan sudah pasti salah satu jenis ikan yang mudah berkembang biak. Bahkan pada umur 3 bulan, ikan mujair sudah mampu berkembang biak dan setiap kalinya puluhan butir telur yang sudah dibuahi akan terus dierami dalam mulut sang induk betina.

Mungkin ada beberapa hal yang cukup penting dimengerti bagi masyarakat yang semisal tertarik untuk membudidayakan ikan mujair. Diantaranya sebagai berikut.

A. Ikan Mujair Tidak Tergantung Musim

Ikan mujair termasuk ikan tangguh yang tidak tergantung musim. Baik musim kemarau atau musim pengujan hasil yang akan didapat para petani akan tetap melimpah. Selama pemberian pakan dan perawatan sudah dilakukan dengan benar, maka ikan mujair bisa dipanen kapan pun. Entah itu di kolam terpal, kolam beton, waduk dan sebagainya.

B. Gampang Dipasarkan

Mungkin hal ini lebih ke jarak antara lokasi usaha ke konsumen. Dimana saat ini sendiri hampir setiap pasar ikan bahkan didominasi ikan mujair. Tentunya hal ini juga mempengaruhi sebuah harga yang mana sudah pasti menguntung kedua belah pihak antara produsen dan konsumen.

C. Mudah Rusak

Memang benar ikan mujair lebih enak dan lebih disukai oleh para para petani ikan lantaran mudah dipasarkan. Hanya saja semua itu tetap pada porsi masing-masing produsen. Lebih tepatnya, jika produsen atau petani ikan tidak mampu menjual habis semua ikan mujair yang di pasarkan dalam satu kurun waktu satu hari itu juga, maka ikan tersebut akan busuk. Ikan mujair sendiri termasuk ikan yang mudah busuk. Meskipun sudah ditaruh pada almari pendingin, namun cita rasa ikan mujair sudah berkurang.

D. Morfologi Ikan Mujair

Ikan Mujair termasuk ikan Omnivora. Ia mempunyai gigi yang cukup tajam dan mempunyai 17 sirip duri serta mempunyai 10 - 13 jari-jari lunak. Makanan yang paling disukai pada saat di alam liar pada fase larva sendiri ialah Brachionus sp.dan Artemia sp. Sang induk betina sudah dapat dipisahkan pada umur muda dan pemijahannya rata-rata terjadi pada musim hujan.

Ikan mujair betina maupun jantan sudah mudah dikenali pada saat sudah mencapai bobot 30 - 40 gram. Untuk jantan cirinya lebih mempunyai dagu dan perut bewarna gelap. Sementara itu betina mempunyai dagu dan perut bewarna biru muda. Mujair betina juga mempunyai hidung dan rahang lebih lancip.