Penyakit dan Hama Ikan Lele, Lengkap dengan Cara Pengendaliannya

umpanikan.xyz - Ikan lele termasuk jenis ikan konsumsi yang paling ramai dijadikan ladang bisnis. Memang benar jika ikan lele juga rawan terkena serangan hama dan penyakit. Namun jika semisal dibandingkan dengan ikan konsumsi yang lain ikan lele terhitung lebih tangguh dan modal untuk bisnis ternak ikan lele pun juga terhitung lebih murah. Bisa menggunakan kolam beton ataupun kolam terpal yang jelas bisnis ternak ikan lele terhitung cukup menggiurkan.

Pastinya setiap orang menginginkan bisnis ternak ikan lele yang dijalainnya lancar-lancar saja, salah satunya ialah bebas dari hama dan penyakit. Hanya saja semua itu rasanya sangat mustahil karena lele juga termasuk salah satu jenis ikan konsumsi yang juga sangat rawan terkena hama. Banyak sekali beberapa jenis penyakit dan hama ikan lele. Beberapa diantaranya seperti penyakit kuning, perut kembung, cacing dan sebagainya.
© hama dan penyakit ikan lele (Ilmuhewan.com)
Banyak faktor mengapa ikan lele yang dipelihara rawan sekali terkena hama dan penyakit. Selain faktor eksternal, faktor internal juga cukup mempengaruhi. Misalnya air kolam tidak dijaga kebersihannya, kurang jeli dalam memberikan pakan ataupun vitamin dan sebagainya. Tentunya semua itu juga sangat mempengaruhi kesehatan ikan lele yang sedang dipelihara.

Pengendalian Hama Ikan Lele

  • Pada saat menjalani bisnis ternak ikan lele, memang banyak sekali beberapa faktor eksternal yang sifatnya sangat mengganggu. Beberapa diantaranya serangan dari hewan predator seperti ular, biawak, belut, katak dan sebagainya. Baik itu wilayah perkotaan ataupun pedesaan beberapa ganguan dari hewan lain itulah yang kerap merugikan para peternak ikan lele.
  • Cara mengendalikan beberapa hama ikan lele tentunya bisa dilakukan dengan cukup mudah. Beberapa diantaranya seperti memagari kolam, membuat saringan air masuk maupun keluar dan bahkan bila perlu menutup kolam dengan jaring.

Pengendalian Penyakit Ikan Lele


  • Penyakit bintik putih (white spot) adalah suata penyakit yang diakibatkan dari protozoa Ichthyphyhirius multifillis. Tidak hanya jenis ikan lele saja, melainkan bakteri yang satu ini juga menyerang jenis ikan air tawar lain. Ciri-ciri penyakit yang satu ini ialah menumbuhkan bintik-bintik putih di permukaan kulit ikan dan insang. Biasanya penyakit yang satu ini kerap tumbuh yang diakibatkan oleh beberapa hal yaitu seperti kualitas air yang kurang bersih dan terlalu banyaknya ikan yang ada di dalam kolam. Cara pengobatanya ialah dengan cara memebrikan larutan formalin sebanyak 25 cc per meter kubik air serta ditambah dengan malacit green 0,15 gram per meter kubik air selama 24 jam. Untuk ikan lele yang rata-rata sudah dewasa bisa juga dihilangkan dengan cara memindahkannya ke kubangan kolam dengan suhu 28 derajat celcius.
  • Penyakit gatal (Trichodiniasis) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa jenis Trichodina sp. Biasanya gejala yang ditimbulkan ialah badan lele terlihat lemas, sering menggosok-gosokan badanya ke dinding maupun dasar kolam. Hampir serupa dengan penyakit bintik putih, penyakit yang satu ini biasanya juga diakibatkan oleh terlalu banyaknya ikan yang ada di dalam kolam sehingga kadar oksigen dalam air cukup minim. Penyakit yang satu ini bisa diminimalisir dengan menjaga kualitas air dan bisa diobati dengan cara memindahkan ikan ke dalam larutan formalin 40 ppm selama 12 hingga 24 jam.
  • Penyakit perut kembung adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Bahkan bakteri yang satu ini juga mengakibatkan pembengkakan pada pangkal sirip ikan dan luka-luka di sekujur tubuh ikan. Ditengarai penyakit yang satu ini  diakibatkan terlalu banyaknya pakan yang membusuk di dasar kolam. Maka dari itu dianjurkan pemberian pakannya sendiri harus dikontrol dan sebisa mungkin suhu air berkisar  28 derajat celcius. Untuk mengobatinya sendiri ialah bisa diberi antibiotik Oksitetrasiklin (OTC). Caranya sendiri ialah campurkan OTC ke dalam pakan dengan takaran sebanyak 50 mg per kilo pakan. Apabila penyakit ini menyerang pada kolam pembesaran maka disarankan mengganti air sebanyak dua kali sehari. Bahkan bila perlu pada saat mengganti air tambahkan garam dapur dengan takaran sebanyak 100 - 200 gram per kubik air.
  • Penyakit Cotton wall disease adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Flexibacter Columnaris. Bakteri yang satu ini biasanya menyerang organ dalam ikan dan gejala yang ditimbulkan ialah terdapat lukan lecet pada permukaan tubuh dan gerakan renang ikan yang lambat. Mungkin penyakit yang satu ini hampir sama juga diakibatkan oleh kurangnya faktor kebersihan dan suhu air pada kolam. Diantaranya seperti sisa pakan yang membusuk di dasar kolam dan suhu air meningkat tajam karena cuaca. Untuk pengobatinya sendiri juga bisa diberikan OTC dengan kadar dosis 3-5 ppm selama 12 hingga 24 jam.
  • Channel catfish virus (CCV) merupakan suatu bakteri yang bisa dibilang tergolong virus herpes. Ikan lele yang terinveksi oleh virus yang satu ini biasa bertingkah laku aneh seperti berenang berputar-putar dan sering kali berenang tegak vertikal pada kolam. Pewnyakit yang satu ini juga diakibatkan oleh faktor kebersihan dan suhu air. Untuk mengobatinya sendiri pun juga belum diketahui. Hanya saja beberapa upaya juga bisa dilakukan untuk mengobatinya diantaranya ialah sering mengganti air kolam dan memberi multi vitamin pada ikan.
  • Penyakit pecah usus (Reptured Intestine Syndrom). Penyebabnya ialah pemberian pakan yang berlebihan. Ikan lele termasuk ikan predator yang terkenal rakus dan akan tetap melahap makanan berapapun pakan yang diberikan hingga memcahkan ususnya sendiri. Oleh sebab itu pemberian pakannya sendiri harus dilakukan dimanajemen dengan benar. Alangkah lebih baik pemberian pakan dilakukan pada saat pagi, siang dan sore hari saja
Beberapa penyakit diatas memang diakibatkan dari faktor internal, namun beberapa penyakit juga dapat menyerang ikan lele peliharaan kapan saja yang berasal dari faktor eksternal. Beberapa diantaranya ialah keracunana dan sebagainya. Berikut beberapa penyakit ikan lele non infeksi yang cukup penting diketahui pada saat berternak lele.
  • Penyakit kuning (Jaundice) adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh buruknya kualitas pakan. Jika memberikan pakan dengan kualitas yagng buruh atau sudah kadaluarsa, maka penyakit yang satu ini bisa timbul. Beberapa ahli mengatakan penyakit yang satu ini juga diakibatkan oleh pemberikan pakan jeroan seperti usus ayam secara berlebihan. Beberapa diantaranya juga mengatakan, penyakit yang satu ini jga bisa timbul apabila dasar kolam terdapat alga merah (Rhodophyta).